Berikut
ini disajikan beberapa deret daftar bahan makanan sehat yang “dipercaya” bisa
memulihkan stamina tubuh dengan cepat dan juga menyembuhkan tubuh dari serangan
penyakit, yaitu : bawang putih, kacang kedele, ubi/ketela merah, buah kiwi,
pisang, kacang hijau, dan aneka kacang-kacangan lain, brokoli, ikan tuna segar
yang dikukus dan aneka ikan laut lainnya, daging ayam, daging kalkun bebas
lemak (sudah dikuliti), gandum (oat meal), kentang panggang atau dikukus,
paprika hijau dan merah, wortel, pepaya, nasi, ketan hitam, bayam, turnip,
bawang bombay, yoghurt (tidak berlemak), aprikot, jeruk, tomat, daging kambing,
pasta (misalnya spageti, atau aneka jenis pasta yang lain).
Dengan mengetahui bahan makanan apa saja yang dipercaya dapat menyembuhkan dan
memulihkan stamina tubuh kita, maka kita bisa meracik sendiri bahan-bahan
makanan tersebut menjadi suatu resep makanan yang juga berkhasiat bagi
kesehatan dan kebugaran tubuh kita.
Tidak hanya makanan saja yang bisa membantu kita memperoleh tubuh yang sehat,
bugar dan stamina tubuh yang prima. Minuman yang tepat juga terbukti bisa
membantu kita memperoleh kesehatan dan kebugaran. Sejumlah penelitian
menunjukkan hasil bahwa minuman teh yang biasa kita minum terbukti dapat
mengurangi resiko tubuh kita terkena penyakit kanker, serangan jantung,
penyakit stroke maupun membantu kita menurunkan kadar kolesterol dalam tubuh.
Rahasia keampuhan khasiat dari minuman teh ternyata terkandung dalam daun teh
yang mengandung zat yang bernama flavonoid, sebuah zat antioksidan yang dapat
menghindarkan tubuh kita dari kerusakan sel akibat adanya radikal bebas yang
masuk ke dalam tubuh (baik lewat pernapasan, makanan, atau minuman yang
terkontaminasi oleh zat-zat polutan, zat beracun yang tidak sengaja bisa masuk
ke dalam tubuh kita).
Sangat disarankan memilih varietas daun teh seperti misalnya teh hitam, teh
hijau, atau pun teh bunga chrysanthemum dan varietas teh sejenis. Minuman teh
yang dikemas dalam bentuk botolan, es teh atau minuman teh kemasan yang siap
minum biasanya mengandung lebih sedikit flavonoid, sementara minuman teh herbal
tidak mengandung flavonoid. Jadi kita harus pintar-pintar memilih jenis teh
yang akan kita konsumsi, bila kita khusus tertarik pada khasiat flavonoidnya.
Saat kita membuat atau menyeduh teh, sebaiknya biarkan dulu selama lima menit,
barulah kita bisa meminumnya. Hal ini untuk memberikan waktu agar air panas
yang kita seduhkan pada daun-daun teh benar-benar bisa melarutkan flavonoid
sehingga benar-benar terlarut dalam air teh yang nantinya akan kita minum.
Menurut hasil penelitian di Inggris, disarankan agar kita paling tidak meminum
sekurang-kurangnya 8 cangkir teh (1.89 liter teh) per hari sehingga antioksidan
dalam minuman teh (flavonoid) yang masuk ke dalam tubuh kita sama kadarnya
dengan 6 buah apel yang idealnya kita makan dalam sehari. Namun bila kita
termasuk orang yang sensitif terhadap zat seperti kafein yang terkandung juga
dalam minuman teh, maka sebaiknya kita bisa mengurangi sendiri jumlah konsumsi
minuman teh yang kita minum dalam sehari.
Untuk manfaat serta khasiat yang lebih kompleks, kita bisa mencampurkan minuman
teh yang kita minum dengan madu untuk menambah kadar zat antioksidan yang masuk
ke dalam tubuh kita, perasan air jeruk nipis (yang berfungsi untuk memacu
pelepasan flavonoid dalam daun teh agar semakin banyak yang terlarut dalam air
teh seduhan yang nantinya akan kita minum), atau pun kita bisa juga
mencampurkan sedikit susu ke dalam minuman teh kita untuk menambahkan kalsium
yang terkandung di dalamnya, sehingga minuman yang kita minum benar-benar
mengandung berbagai zat penting yang berguna untuk peningkatan daya tahan dan
stamina tubuh kita.
Apa yang dimaksud dengan Phytochemicals ?
Phytochemicals adalah sebutan terhadap tumbuhan, sayuran, buah-buahan,
biji-bijian, dan kacang-kacangan yang mengandung zat kimia alami yang dapat
berfungsi sebagai bahan untuk pengobatan. Di Indonesia, istilah ini juga
dikenal sebagai tanaman TOGA (Tanaman Obat Keluarga). Bila bahan makanan ini
dikonsumsi secara teratur maka akan bisa meningkatkan stamina, imunitas,
kekebalan tubuh, sehingga kita bisa terhindar dari penyakit dan juga bisa
memulihkan kondisi tubuh kita agar sehat dan bugar kembali saat kita sedang
sakit dan berada dalam kondisi dan stamina tubuh yang lemah.
Chris Beecher, PhD, seorang peneliti dalam bidang kimia obat-obatan di
Universitas Illinois Chicago, Amerika Serikat, telah membuat katalog mengenai
900 macam tumbuhan, sayuran, buah-buahan, biji-bijian dan kacang-kacangan yang
dapat digolongkan sebagai Phytochemicals (Tanaman Obat).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar