Rabu, 20 Juni 2012

MAKANAN SEHAT2

Berikut ini disajikan beberapa deret daftar bahan makanan sehat yang “dipercaya” bisa memulihkan stamina tubuh dengan cepat dan juga menyembuhkan tubuh dari serangan penyakit, yaitu : bawang putih, kacang kedele, ubi/ketela merah, buah kiwi, pisang, kacang hijau, dan aneka kacang-kacangan lain, brokoli, ikan tuna segar yang dikukus dan aneka ikan laut lainnya, daging ayam, daging kalkun bebas lemak (sudah dikuliti), gandum (oat meal), kentang panggang atau dikukus, paprika hijau dan merah, wortel, pepaya, nasi, ketan hitam, bayam, turnip, bawang bombay, yoghurt (tidak berlemak), aprikot, jeruk, tomat, daging kambing, pasta (misalnya spageti, atau aneka jenis pasta yang lain).
Dengan mengetahui bahan makanan apa saja yang dipercaya dapat menyembuhkan dan memulihkan stamina tubuh kita, maka kita bisa meracik sendiri bahan-bahan makanan tersebut menjadi suatu resep makanan yang juga berkhasiat bagi kesehatan dan kebugaran tubuh kita.
Tidak hanya makanan saja yang bisa membantu kita memperoleh tubuh yang sehat, bugar dan stamina tubuh yang prima. Minuman yang tepat juga terbukti bisa membantu kita memperoleh kesehatan dan kebugaran. Sejumlah penelitian menunjukkan hasil bahwa minuman teh yang biasa kita minum terbukti dapat mengurangi resiko tubuh kita terkena penyakit kanker, serangan jantung, penyakit stroke maupun membantu kita menurunkan kadar kolesterol dalam tubuh. Rahasia keampuhan khasiat dari minuman teh ternyata terkandung dalam daun teh yang mengandung zat yang bernama flavonoid, sebuah zat antioksidan yang dapat menghindarkan tubuh kita dari kerusakan sel akibat adanya radikal bebas yang masuk ke dalam tubuh (baik lewat pernapasan, makanan, atau minuman yang terkontaminasi oleh zat-zat polutan, zat beracun yang tidak sengaja bisa masuk ke dalam tubuh kita).
Sangat disarankan memilih varietas daun teh seperti misalnya teh hitam, teh hijau, atau pun teh bunga chrysanthemum dan varietas teh sejenis. Minuman teh yang dikemas dalam bentuk botolan, es teh atau minuman teh kemasan yang siap minum biasanya mengandung lebih sedikit flavonoid, sementara minuman teh herbal tidak mengandung flavonoid. Jadi kita harus pintar-pintar memilih jenis teh yang akan kita konsumsi, bila kita khusus tertarik pada khasiat flavonoidnya.
Saat kita membuat atau menyeduh teh, sebaiknya biarkan dulu selama lima menit, barulah kita bisa meminumnya. Hal ini untuk memberikan waktu agar air panas yang kita seduhkan pada daun-daun teh benar-benar bisa melarutkan flavonoid sehingga benar-benar terlarut dalam air teh yang nantinya akan kita minum.
Menurut hasil penelitian di Inggris, disarankan agar kita paling tidak meminum sekurang-kurangnya 8 cangkir teh (1.89 liter teh) per hari sehingga antioksidan dalam minuman teh (flavonoid) yang masuk ke dalam tubuh kita sama kadarnya dengan 6 buah apel yang idealnya kita makan dalam sehari. Namun bila kita termasuk orang yang sensitif terhadap zat seperti kafein yang terkandung juga dalam minuman teh, maka sebaiknya kita bisa mengurangi sendiri jumlah konsumsi minuman teh yang kita minum dalam sehari.
Untuk manfaat serta khasiat yang lebih kompleks, kita bisa mencampurkan minuman teh yang kita minum dengan madu untuk menambah kadar zat antioksidan yang masuk ke dalam tubuh kita, perasan air jeruk nipis (yang berfungsi untuk memacu pelepasan flavonoid dalam daun teh agar semakin banyak yang terlarut dalam air teh seduhan yang nantinya akan kita minum), atau pun kita bisa juga mencampurkan sedikit susu ke dalam minuman teh kita untuk menambahkan kalsium yang terkandung di dalamnya, sehingga minuman yang kita minum benar-benar mengandung berbagai zat penting yang berguna untuk peningkatan daya tahan dan stamina tubuh kita.

Apa yang dimaksud dengan Phytochemicals ?
Phytochemicals adalah sebutan terhadap tumbuhan, sayuran, buah-buahan, biji-bijian, dan kacang-kacangan yang mengandung zat kimia alami yang dapat berfungsi sebagai bahan untuk pengobatan. Di Indonesia, istilah ini juga dikenal sebagai tanaman TOGA (Tanaman Obat Keluarga). Bila bahan makanan ini dikonsumsi secara teratur maka akan bisa meningkatkan stamina, imunitas, kekebalan tubuh, sehingga kita bisa terhindar dari penyakit dan juga bisa memulihkan kondisi tubuh kita agar sehat dan bugar kembali saat kita sedang sakit dan berada dalam kondisi dan stamina tubuh yang lemah.
Chris Beecher, PhD, seorang peneliti dalam bidang kimia obat-obatan di Universitas Illinois Chicago, Amerika Serikat, telah membuat katalog mengenai 900 macam tumbuhan, sayuran, buah-buahan, biji-bijian dan kacang-kacangan yang dapat digolongkan sebagai Phytochemicals (Tanaman Obat).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar