Kacang-Kacangan
Bahan makanan dari kacang-kacangan sangat kaya akan zat besi. Zat besi
dibutuhkan oleh tubuh untuk mengangkut oksigen ke dalam setiap sel tubuh dan
juga membantu dalam penggunaan oksigen sehingga bisa dimanfaatkan
sebaik-baiknya oleh sel tubuh. Zat besi sangat banyak terkandung dalam darah
manusia. Oleh karena itu bila seseorang banyak kehilangan darah, misalnya
karena kecelakaan atau karena sehabis melahirkan, maka biasanya orang tersebut
juga sangat membutuhkan asupan zat besi dalam jumlah banyak yang seharusnya
dipasok dari bahan makanan yang dimakannya. Kekurangan zat besi biasanya ditandai
dengan gejala mudah capek, badan selalu lemas dan lemah. Orang yang kekurangan
zat besi dianjurkan lebih banyak makan makanan yang banyak mengandung zat besi,
seperti telur, ikan, hati, daging sapi, daging unggas, sayuran berwarna hijau,
gandum, roti, sereal, kacang almond, alpukat, parsley, buah pir, waluh, kismis,
nasi, ketan, kedele, dan kacang lentil.
Bahan Makanan yang Mengandung Kalsium
Makanan berbahan dasar susu, seperti aneka keju (keju parmesan, keju
mozzarella, keju ricotta), susu skim, krim, susu segar, maupun yoghurt bebas
lemak adalah sangat kaya akan kalsium. Kalsium sangat dibutuhkan dalam
pembentukan dan perkembangan tulang dan gigi. Kalsium juga dapat mencegah
serangan penyakit jantung, karena kalsium berperan dalam menstabilkan denyut jantung.
Di samping itu mengkonsumsi kalsium dalam jumlah yang cukup dapat memperbaiki
kegiatan transmisi ransangan syaraf tubuh (impuls syaraf), mencegah kanker
usus, serta mencegah osteoporosis. Kalsium juga sangat dibutuhkan untuk
perkembangan, pertumbuhan serta kontraksi otot dalam rangka mencegah terjadinya
kram otot. Kalsium juga memasok energi dan berpartisipasi dalam pembentukan
protein RNA dan DNA.
Bahan makanan lainnya yang mengandung kalsium antara lain ikan salmon, ikan
sardin, sayuran berwarna hijau, brokolo, asparagus, kobis, tahu, mustard, dan
kacang almond.
Sayur dan Buah yang Mengandung Vitamin
Vitamin A, C dan E adalah merupakan antioksidan penting bagi tubuh. Vitamin C
berperan dalam mencegah dan mengobati serangan jantung, kanker, serta membangun
kekebalan tubuh saat tubuh terserang infeksi, misalnya saat tubuh terserang
penyakit influenza.
Vitamin A berpartisipasi dalam pembentukan dan kesehatan kulit, rambut dan
selaput atau membran mukus (selaput yang menyelubungi organ dalam kita, misalnya
saja selaput pipi). Vitamin A juga turut berperan dalam pertumbuhan tulang,
perkembangan gigi, dan proses reproduksi. Vitamin A juga berkhasiat mencegah
serangan penyakit kanker dan mengatasi penuaan pada kulit. Prekursor Vitamin A,
yaitu Beta-Carotene, dapat mencegah terjadinya kanker dan mencegah serangan
penyakit jantung serta mencegah terjadinya serangan penyakit katarak pada mata.
Vitamin A dapat diperoleh dari bahan makanan seperti waluh, wortel, bayam,
paprika, lombok merah, aprikot, brokolo, kuning telur dan hati sapi.
Vitamin C mempercepat proses penyembuhan dan pemulihan stamina tubuh,
menstimulasi tubuh untuk melepaskan energi dengan cara memecah karbohidrat yang
tersimpan dalam tubuh melalui proses metabolisme (pernapasan) serta mempunyai andil
dan peran yang cukup penting dalam kinerja sistem syaraf tubuh. Vitamin C mudah
diperoleh dengan cara mengkonsumsi buah-buahan dan sayur-sayuran seperti jeruk,
paprika, buah kiwi, strawberi, melon, brokoli, parsley, dan kobis.
Vitamin E dibutuhkan tubuh untuk kesehatan hati dan otot-otot yang melekat pada
tulang. Vitamin E juga dibutuhkan untuk membentuk sel darah merah dan
melindungi serta menghindarkan kita dari serangan penyakit jantung dan kanker.
Vitamin E juga turut berperan dan berkhasiat untuk mengobati radang persendian
(arthritis) dan juga aneka macam permasalahan pada kulit (kulit sensitif).
Vitamin E sangat mudah dijumpai pada minyak kulit ari, biji bunga matahari,
minyak sayur, kacang almond, kacang tanah, mentega kacang, serta buah pir.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar