Ketela
merah atau ubi memiliki zat-zat yang dibutuhkan untuk pembentukan dan
pembangunan tubuh kita seperti karbohidrat, kandungan karbohidrat dalam jumlah
yang kompleks yang terkandung dalam ubi / ketela merah terbukti dapat membantu
pembentukan jaringan otot, serta tubuh yang padat dan berisi. Semakin banyak
atlit maupun para binaragawan yang memperbanyak konsumsi ubi / ketela merah
dalam menu makanan mereka setiap harinya. Semakin banyak atlit, olahragawan dan
binaragawan yang beralih dari menu makanan nasi, kentang, atau roti ke
pengkonsumsian ubi / ketela merah sebagai makanan pokok. Hal ini karena ubi /
ketela merah atau yam dipercaya sebagai makanan yang bebas kandungan lemak,
maupun bebas kolesterol, namun sarat mineral dan vitamin yang berguna bagi
pembentukan tubuh yang padat berisi namun bebas lemak.
Sudah bukan rahasia lagi bahwa ubi atau ketela merah (orang barat biasa
menyebutnya dengan sebutan Yam), sekarang banyak dikonsumsi oleh para atlet
binaraga, pesenam hingga balerina yang menginginkan tubuh yang sehat kuat,
padat berisi dan bebas lemak. Bahkan sudah banyak hidangan vegetarian ala barat
yang memasukkan bahan makanan ubi / ketela merah dalam menu hidangan tersebut.
Ubi / ketela merah bisa dimasak dengan cara ditumis atau dipanggang bersama
sayur mayur hijau seperti bayam, wortel, kacang-kacangan, bawang putih, kacang
kedele, kentang, brokoli, tomat, pasta, spageti, hingga dimasak bersama daging
kambing. Ada pula yang memasak ubi / ketela merah kukus bersama keju dan susu,
serta daging asap yang kemudian dipanggang dalam oven untuk kemudian disantap
saat matang.
Jadi sekarang jangan pernah menganggap remeh lagi bahan makanan sederhana yaitu
ubi / ketela merah yang selama ini biasa dipandang sebelah mata. Sangat banyak
khasiat dan manfaat yang terkandung dalam bahan makanan murah namun berguna
bagi kesehatan dan kebugaran ini. Mari mulai kembali ke gaya hidup pedesaan
dengan mengkonsumsi makanan sehat yang alami demi kesehatan dan kebugaran tubuh
kita.
Bawang Putih
Sudah terbukti sejak ribuan tahun yang lalu, bahwa bawang putih banyak memiliki
khasiat bagi kesehatan dan penyembuhan, karena mengandung zat anti bakteri dan
anti virus. Misalnya saja bawang putih turut berperan dalam penyembuhan terhadap
sekian banyak manusia yang terserang wabah disentri dalam perang dunia I.
Bawang putih juga terbukti menyembuhkan dan menyelamatkan begitu banyak nyawa
saat wabah penyakit aneh yang menyerang kerajaan Romawi dan Mesir kuno ribuan
tahun silam menyerang para penduduk negeri tersebut. Dalam masa itu, penyakit
aneh tersebut telah menyerang banyak korban dengan ganasnya sehingga dalam
waktu satu atau beberapa hari saja sudah begitu banyak nyawa yang melayang.
Untunglah saat itu seseorang tanpa sengaja mengunyah dan memakan bawang putih
dan segera saja ia bisa sembuh secara “misterius”. Pengetahuan ini selanjutnya
menyebar dari mulut ke mulut sehingga wabah penyakit misterius yang semula
begitu ganas menyerang dan tak tertangani bisa segera teratasi dan begitu
banyak nyawa yang terselamatkan oleh khasiat bawang putih ini. Hingga saat ini,
penyakit misterius apa yang sempat menyerang kerajaan Romawi dan Mesir kuno itu
belum juga terpecahkan dan belum diketahui jenisnya. Namun satu hal yang pasti
bisa menyembuhkan penyakit ganas misterius itu, hanyalah “bawang putih”.
Memang sudah sejak ribuan tahun yang lalu, bawang putih dipercaya dapat menjaga
dan memulihkan stamina serta daya tahan dan imunitas atau kekebalan tubuh.
Bangsa Mesir kuno dan Romawi kuno sudah sejak lama menggunakan dan mengkonsumsi
bawang putih untuk kebugaran dan daya tahan imunitas tubuh sehingga tidak mudah
terserang oleh penyakit. Mulai dari penyakit flu, desentri, hingga berbagai
penyakit yang berhubungan dengan infeksi saluran pernapasan, dan banyak
penyakit lainnya bisa disembuhkan hanya dengan banyak mengkonsumsi bawang
putih.
Bawang putih terbukti mengandung berbagai zat seperti potassium, fluorine,
sulfur, phosphorus, serta vitamin A dan C. Bawang putih juga terbukti
mengandung bioflavonoid quercetin yang bisa menghambat atau menghentikan reaksi
alergi maupun reaksi pembengkakan jaringan tubuh. Zat kimia yang terkandung
dalam bawang putih juga terbukti dapat melindungi hati atau liver dari
kerusakan akibat penggunaan dosis tinggi dari zat kimia seperti Acetaminophen
yang banyak terkandung dalam obat-obatan penghilang rasa sakit maupun
obat-obatan atau pil dan tablet penyembuh penyakit flu atau influenza. Berbagai
studi mengenai penyakit kanker juga membuktikan bahwa pengkonsumsian bawang putih
segar (tanpa dimasak lebih dulu) secara rutin bisa menghindarkan kita dari
resiko terkena berbagai macam penyakit kanker, termasuk pula di dalamnya
terhindar dari resiko terkena penyakit kanker perut. Bawang putih juga bisa
menghindarkan kita dari resiko anemia atau kurang darah. Bahkan ada yang
beranggapan bahwa bawang putih bisa pula membantu para pasien AIDS atau HIV
untuk bisa bertahan hidup lebih lama karena bawang putih terbukti bisa
meningkatkan daya tahan tubuh atau antibodi. Jadi mulailah mengkonsumsi bawang
putih mulai dari sekarang baik untuk dijadikan semacam sayur lalapan ataupun
dicincang kecil-kecil dan kemudian diminum bersama segelas air putih secara
rutin tiga kali dalam sehari.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar