Rabu, 20 Juni 2012

MAKANAN5

Ketela merah atau ubi memiliki zat-zat yang dibutuhkan untuk pembentukan dan pembangunan tubuh kita seperti karbohidrat, kandungan karbohidrat dalam jumlah yang kompleks yang terkandung dalam ubi / ketela merah terbukti dapat membantu pembentukan jaringan otot, serta tubuh yang padat dan berisi. Semakin banyak atlit maupun para binaragawan yang memperbanyak konsumsi ubi / ketela merah dalam menu makanan mereka setiap harinya. Semakin banyak atlit, olahragawan dan binaragawan yang beralih dari menu makanan nasi, kentang, atau roti ke pengkonsumsian ubi / ketela merah sebagai makanan pokok. Hal ini karena ubi / ketela merah atau yam dipercaya sebagai makanan yang bebas kandungan lemak, maupun bebas kolesterol, namun sarat mineral dan vitamin yang berguna bagi pembentukan tubuh yang padat berisi namun bebas lemak.
Sudah bukan rahasia lagi bahwa ubi atau ketela merah (orang barat biasa menyebutnya dengan sebutan Yam), sekarang banyak dikonsumsi oleh para atlet binaraga, pesenam hingga balerina yang menginginkan tubuh yang sehat kuat, padat berisi dan bebas lemak. Bahkan sudah banyak hidangan vegetarian ala barat yang memasukkan bahan makanan ubi / ketela merah dalam menu hidangan tersebut. Ubi / ketela merah bisa dimasak dengan cara ditumis atau dipanggang bersama sayur mayur hijau seperti bayam, wortel, kacang-kacangan, bawang putih, kacang kedele, kentang, brokoli, tomat, pasta, spageti, hingga dimasak bersama daging kambing. Ada pula yang memasak ubi / ketela merah kukus bersama keju dan susu, serta daging asap yang kemudian dipanggang dalam oven untuk kemudian disantap saat matang.
Jadi sekarang jangan pernah menganggap remeh lagi bahan makanan sederhana yaitu ubi / ketela merah yang selama ini biasa dipandang sebelah mata. Sangat banyak khasiat dan manfaat yang terkandung dalam bahan makanan murah namun berguna bagi kesehatan dan kebugaran ini. Mari mulai kembali ke gaya hidup pedesaan dengan mengkonsumsi makanan sehat yang alami demi kesehatan dan kebugaran tubuh kita.

Bawang Putih
Sudah terbukti sejak ribuan tahun yang lalu, bahwa bawang putih banyak memiliki khasiat bagi kesehatan dan penyembuhan, karena mengandung zat anti bakteri dan anti virus. Misalnya saja bawang putih turut berperan dalam penyembuhan terhadap sekian banyak manusia yang terserang wabah disentri dalam perang dunia I. Bawang putih juga terbukti menyembuhkan dan menyelamatkan begitu banyak nyawa saat wabah penyakit aneh yang menyerang kerajaan Romawi dan Mesir kuno ribuan tahun silam menyerang para penduduk negeri tersebut. Dalam masa itu, penyakit aneh tersebut telah menyerang banyak korban dengan ganasnya sehingga dalam waktu satu atau beberapa hari saja sudah begitu banyak nyawa yang melayang. Untunglah saat itu seseorang tanpa sengaja mengunyah dan memakan bawang putih dan segera saja ia bisa sembuh secara “misterius”. Pengetahuan ini selanjutnya menyebar dari mulut ke mulut sehingga wabah penyakit misterius yang semula begitu ganas menyerang dan tak tertangani bisa segera teratasi dan begitu banyak nyawa yang terselamatkan oleh khasiat bawang putih ini. Hingga saat ini, penyakit misterius apa yang sempat menyerang kerajaan Romawi dan Mesir kuno itu belum juga terpecahkan dan belum diketahui jenisnya. Namun satu hal yang pasti bisa menyembuhkan penyakit ganas misterius itu, hanyalah “bawang putih”.
Memang sudah sejak ribuan tahun yang lalu, bawang putih dipercaya dapat menjaga dan memulihkan stamina serta daya tahan dan imunitas atau kekebalan tubuh. Bangsa Mesir kuno dan Romawi kuno sudah sejak lama menggunakan dan mengkonsumsi bawang putih untuk kebugaran dan daya tahan imunitas tubuh sehingga tidak mudah terserang oleh penyakit. Mulai dari penyakit flu, desentri, hingga berbagai penyakit yang berhubungan dengan infeksi saluran pernapasan, dan banyak penyakit lainnya bisa disembuhkan hanya dengan banyak mengkonsumsi bawang putih.
Bawang putih terbukti mengandung berbagai zat seperti potassium, fluorine, sulfur, phosphorus, serta vitamin A dan C. Bawang putih juga terbukti mengandung bioflavonoid quercetin yang bisa menghambat atau menghentikan reaksi alergi maupun reaksi pembengkakan jaringan tubuh. Zat kimia yang terkandung dalam bawang putih juga terbukti dapat melindungi hati atau liver dari kerusakan akibat penggunaan dosis tinggi dari zat kimia seperti Acetaminophen yang banyak terkandung dalam obat-obatan penghilang rasa sakit maupun obat-obatan atau pil dan tablet penyembuh penyakit flu atau influenza. Berbagai studi mengenai penyakit kanker juga membuktikan bahwa pengkonsumsian bawang putih segar (tanpa dimasak lebih dulu) secara rutin bisa menghindarkan kita dari resiko terkena berbagai macam penyakit kanker, termasuk pula di dalamnya terhindar dari resiko terkena penyakit kanker perut. Bawang putih juga bisa menghindarkan kita dari resiko anemia atau kurang darah. Bahkan ada yang beranggapan bahwa bawang putih bisa pula membantu para pasien AIDS atau HIV untuk bisa bertahan hidup lebih lama karena bawang putih terbukti bisa meningkatkan daya tahan tubuh atau antibodi. Jadi mulailah mengkonsumsi bawang putih mulai dari sekarang baik untuk dijadikan semacam sayur lalapan ataupun dicincang kecil-kecil dan kemudian diminum bersama segelas air putih secara rutin tiga kali dalam sehari.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar